Rabu, 01 Desember 2010

BATIK GARUTAN

Batik Tulis Garutan
Kegiatan dan usaha pembatikan di Garut merupakan warisan nenek moyang yang berlangsung turun temurun dan telah berkembang lama sebelum masa kemerdekaan. Pada tahun 1945 Batik Garut semakin popular dengan sebutan Batik Tulis Garutan dan mengalami masa jaya antara tahun 1967 s.d. 1985 (126 unit usaha).
Dalam perkembangan berikutnya produksi Batik Garutan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh semakin pesatnya batik printing/batik cap, kurangnya minat generasi penerus pada usaha batik tulis, ketidaktersediaan bahan dan modal, serta lemahnya strategi pemasaran.
Batik garutan umumnya digunakan untuk kain sinjang, namun berfungsi juga untuk memenuhi kebutuhan sandang dan lainnya. Bentuk motif batik Garut merupakan cerminan dari kehidupan sosial budaya, falsafah hidup, dan adat-istiadat orang Sunda. Beberapa perwujudan batik Garut secara visual dapat digambarkan melalui motif dan warnanya.

Berdasarkan pemikiran yang melatarbelakangi penciptaan batik Garut, maka motif-motif yang dihadirkan berbentuk geometrik sebagai ciri khas ragam hiasnya. Bentuk-bentuk lain dari motif batik Garut adalah flora dan fauna. Bentuk geometrik umumnya mengarah ke garis diagonal dan bentuk kawung atau belah ketupat. Warnanya didomiansi oleh warna krem dipadukan dengan warna-warna cerah lainnya yang merupakan karakteristik khas batik garutan.

Saat ini pengolahan batik garutan terkonsentrasi di Garut Kota.  Rata-rata kapasitas produksi per tahun adalah 1.600 potong. Adapun potensi industri Batik Tulisan Garutan pada tahun terakhir tercatat sebagai berikut :

Uraian
Formal
Non Formal
Jumlah
Jumlah Unit Usaha (Unit)
3
5
8
Tenaga Kerja (Orang)
25
25
50
Investasi (000 Rp)
30.000
20.000
50.000
Nilai Produksi (000 Rp)
450.000
238.000
688.000
Wujud Produksi
Produk Sandang, Sinjang, Kain Bahan, dll
Daerah pemasaran
Jakarta , Bandung , Bali , dll
Sumber : Dinas Perindagkop & UKM Kabupaten Garut
CONTOH MOTIF GARUTAN :
 1. ADU MANIS


 2. ADU MANIS KUKUPU

 3. ANGKIN

4. BARONG

 5. BETON

 6. BILIK PANGKAH BUNGA

 7. BILIK PANGKAH BUNGA

 8. CUPAT MANGGU

 9. DOKTOR BUNGA

 10. EKOR RUSA

 11. KADAKA

 12. KANGKUNG

 13. KUMELI

 14. KUPU-KUPU

 15. LERENG JAKSA

16. LERENG KANGKUNG

 17. LERENG PITA

 18. LIMAR

 19. PATAH TEBU

 20. PAYUNG

 22. RERENG KANGKUNG

 23. RERENG PITA PANGKAH BUNGA

24. RERENG SAPATU BANGO

 25. RUNCING

 26. SAPUJAGAT

 27. SAPU JAGAT2

 28. SARI MUKTI BUNGA

 29. SARUNG TURIH ONCOM

 30. SEKAR JAGAD

 31. SULIGA MALATI

32. SULIGA SELING BUNGA

 33. SURUTU BUNGA

34. SWASTIKA

spacer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar